Rainbow Pinwheel Pointer

selamat datang

Selasa, 02 Juni 2015

Abnormalitas sel darah merah di perifer

kali ini ane akan share tentang Abnormalitas sel darah merah di perifer..
cekidooott :)

No
Abnormalitas
Deskripsi
Penyakit
1
Anisositosis (ukuran)
Variasi dalam ukuranyg abnormal (N=6-8 µm)
Berbagai Anemia (def besi, hemolitik splenomegali)
2
Mikrositik
Ukuran kecil < 6 µm (MCV <80 fl)
Def besi, anemia sideroblastik, thalasemia, def Vit B6
3
Makrositik
Ukuran besar >8 µm (MCV >100 fl)
Anemia megaloblastis, alkoholisme, peny hati, anemia hemolitik, hipotiroid, mieloma, leukemia
4
Megalosit
Sel oval dan besar >9 µm
Anemia megaloblastik, anemia pernisiosa, kemoterapi kanker
5
Hipokrom
Sel pucat dg penurunan konsentrasi Hb (MCHC <30 g/dl)
Anemia Def. besi dan sideroblas yg berat, thalasemia, keracunan, def transferin
6
Poikilositosis
Variasibentuk yg abnormal
Berbagai Anemia berat
Bentuk eritrosit tertentu dapat membantu diagnostik
Spherocytes, Elliptocytes, Stomatocytosis, Sickle cells, Target cells, Schistocytes, Burr cells, Acanthocytes and Teardrop cells
7
Sferosit
Sel sferis tanpa central pallor, sering ukkecil
Sferositosis herediter,Anemia Hemolitik dg Coombs’-positive, dalam jumlah kecil terlihat pada berbagai anemia hemolitik dan setelah transfusi
8
Eliptosis
Sel oval memanjang
Def besi, eliptosis herediter
9
Stomatositosis
Sel memiliki central pallor bentuk celah
Kongenital, Rh-null disease, alkoholism, peny hati, artefak
10
Sickle cell
Bentuk bulan sabit
Sickle cell disease (Hb S)
11
Sel Target
Sel yg bag central dan perifer warna gelap sehingga bag diantarnya seperti bentuk cincin yg lebih cerah
Peny hati,thalasemia, anemia def besi, hemoglobinopathy, artefak
12
Burr cell
Ada proc spinosusnya
Artefak biasanya, uremia, kanker perut, def piruvatkinase (PK)
13
Akantosit
Selnya kecil dg tanduk
Postsplenektomi, anemia hemolitik, sirosis alkohol, bayi baru lahir dg hepatitis, malabsorbsi
14
Sel teardrop
Seperti tetes air
Sindr mieloproliferatif, anemia mielopthisis,thalasemia, anemia pernisiosa, TBC
15
Howel jolly bodies
Terdapat suatu badan berwarna ungu sferis di dlm ato permukaan eritrosit, nuklear debris
Hiposplenisme, postsplenektomi, thalasemia, sickle cell anemia, anemia hemolitik lainnya
16
Heinz inclusion bodies
Small round inclusions of denatured hemoglobin seen under phase microscopy or with supravital staining
Anemia hemolitik kongenital, karna obat, thalasemia
17
Pappenheimer bodies
Granula sideroblas
Anemia sideroblastik
18
Cincin cabot
Ungu, seperti cincin, di dlm struktur eritosit
Anemia pernisiosa, keracunan, anemia hemolitik berat
19
Basofilik stippling
Punctate stippling when Wright stained
Anemia hemolitik, thalasemia, megaloblas,
20
Rouleaux
Eritrosit teragregasi satu sama lain – barisan koin
Multipel mieloma

Index eritrosit:
menggambarkan ukuran eritrosit dan kandungan Hb dalam eritrosit. Index eritrosit terdiri dari
1.                  MCV (mean corpuscular volum) = volume eritrosit rata2, menunjukkan ukuran eritrosit. Normal: 82-98 fl (famtoliter=mikrometer kubik)
      MCV digunakan sbg dasar sistem klasifikasi anemia
2.                  MCH (mean corpuscular Hemoglobin) = kandungan berat Hb rata2 dlm satu sel eritosit, menunjukkan warna eritrosit. Normal= 26-34 pg/sel
      Digunakan untuk mendiagnostik beratnya anemia
3.                  MCHC (mean corpuscular Hb concentration) = kandungan Hb rata2 dalam volum eritrosit tertentu. MCHC digunakan untuk monitoring terapi anemia coz 2 determinan hematologik yg paling akurat (yaitu Hb dan Ht) digunakan dalam perhitungan MCHC
      Normal= 32-36 g/dl

Pembagian anemia (berdasar morfologi eritrosit)
Normositik normokromik (MCV normal, MCH normal)
1.                  anemia aplastik
2.                  anemia hemolitik
3.                  anemia kehilangan darah
4.                  anemia mieloplastik

mikrositik hipokromik (MCV menurun, MCH menurun)
1.                  defisiensi besi
2.                  thalasemia
3.                  keracunan timbal
4.                  anemia sideroblas
5.                  peny kronis

makrositik normokromik (MCV meningkat, MCH normal)
1.                  anemia megaloblas
2.                  peny hepar
3.                  pre leukemia

Anemia aplastik adalah suatu gangguan pada sel-sel induk disumsum tulang yang dapat menimbulkan kematian, pada keadaan ini jumlah sel-sel darah yang dihasilkan tidak memadai
Anemia defisiensi besi secara morfologis diklasifikasikan sebagai anemia mikrositik hipokrom disertai penurunan kuantitatif pada sintetis hemoglobin
Anemia megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 dan asam folat yang mengakibatkan sintesis DNA terganggu
Anemia pernisiosa (nama lain Biermer's anemia ,Addison's anemia , or Addison–Biermer anemia ) salah satu bagian dari anemia megaloblas .  anemia ini disebabkan oleh hilangnya sel parietal lambung yang lebih lanjut mengakibatkan ketidakmampuan mengabsorbsi vit. B12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3. Kemudian Tambahkan Gadget dan pilih HTML/JavaScript, lalu simpan kode dibawah ini