kali ini ane akan share tentang Abnormalitas sel darah merah di perifer..
cekidooott :)
|
No
|
Abnormalitas
|
Deskripsi
|
Penyakit
|
|
1
|
Anisositosis (ukuran)
|
Variasi dalam ukuranyg
abnormal (N=6-8 µm)
|
Berbagai Anemia (def besi,
hemolitik splenomegali)
|
|
2
|
Mikrositik
|
Ukuran kecil < 6 µm (MCV <80
fl)
|
Def besi, anemia sideroblastik,
thalasemia, def Vit B6
|
|
3
|
Makrositik
|
Ukuran besar >8 µm (MCV >100
fl)
|
Anemia megaloblastis, alkoholisme,
peny hati, anemia hemolitik, hipotiroid, mieloma, leukemia
|
|
4
|
Megalosit
|
Sel oval dan besar >9 µm
|
Anemia megaloblastik, anemia pernisiosa,
kemoterapi kanker
|
|
5
|
Hipokrom
|
Sel pucat dg penurunan konsentrasi
Hb (MCHC <30 g/dl)
|
Anemia Def. besi dan sideroblas yg
berat, thalasemia, keracunan, def transferin
|
|
6
|
Poikilositosis
|
Variasibentuk yg abnormal
|
Berbagai Anemia berat
Bentuk eritrosit tertentu dapat
membantu diagnostik
Spherocytes, Elliptocytes,
Stomatocytosis, Sickle cells, Target cells, Schistocytes, Burr cells,
Acanthocytes and Teardrop cells
|
|
7
|
Sferosit
|
Sel sferis tanpa central pallor,
sering ukkecil
|
Sferositosis herediter,Anemia
Hemolitik dg Coombs’-positive, dalam jumlah kecil terlihat pada berbagai
anemia hemolitik dan setelah transfusi
|
|
8
|
Eliptosis
|
Sel oval memanjang
|
Def besi, eliptosis herediter
|
|
9
|
Stomatositosis
|
Sel memiliki central pallor bentuk
celah
|
Kongenital, Rh-null disease,
alkoholism, peny hati, artefak
|
|
10
|
Sickle cell
|
Bentuk bulan sabit
|
Sickle cell disease (Hb S)
|
|
11
|
Sel Target
|
Sel yg bag central dan perifer
warna gelap sehingga bag diantarnya seperti bentuk cincin yg lebih cerah
|
Peny hati,thalasemia, anemia def
besi, hemoglobinopathy, artefak
|
|
12
|
Burr cell
|
Ada proc spinosusnya
|
Artefak biasanya, uremia, kanker
perut, def piruvatkinase (PK)
|
|
13
|
Akantosit
|
Selnya kecil dg tanduk
|
Postsplenektomi, anemia hemolitik,
sirosis alkohol, bayi baru lahir dg hepatitis, malabsorbsi
|
|
14
|
Sel teardrop
|
Seperti tetes air
|
Sindr mieloproliferatif, anemia
mielopthisis,thalasemia, anemia pernisiosa, TBC
|
|
15
|
Howel jolly bodies
|
Terdapat suatu badan berwarna ungu
sferis di dlm ato permukaan eritrosit, nuklear debris
|
Hiposplenisme, postsplenektomi,
thalasemia, sickle cell anemia, anemia hemolitik lainnya
|
|
16
|
Heinz inclusion bodies
|
Small round inclusions of
denatured hemoglobin seen under phase microscopy or with supravital staining
|
Anemia hemolitik kongenital, karna
obat, thalasemia
|
|
17
|
Pappenheimer bodies
|
Granula sideroblas
|
Anemia sideroblastik
|
|
18
|
Cincin cabot
|
Ungu, seperti cincin, di dlm
struktur eritosit
|
Anemia pernisiosa, keracunan,
anemia hemolitik berat
|
|
19
|
Basofilik stippling
|
Punctate stippling when Wright stained
|
Anemia hemolitik, thalasemia,
megaloblas,
|
|
20
|
Rouleaux
|
Eritrosit teragregasi satu sama
lain – barisan koin
|
Multipel mieloma
|
Index
eritrosit:
menggambarkan
ukuran eritrosit dan kandungan Hb dalam eritrosit. Index eritrosit terdiri dari
1.
MCV (mean corpuscular volum) = volume eritrosit rata2,
menunjukkan ukuran eritrosit. Normal: 82-98 fl (famtoliter=mikrometer kubik)
MCV
digunakan sbg dasar sistem klasifikasi anemia
2.
MCH (mean corpuscular Hemoglobin) = kandungan berat Hb
rata2 dlm satu sel eritosit, menunjukkan warna eritrosit. Normal= 26-34 pg/sel
Digunakan
untuk mendiagnostik beratnya anemia
3.
MCHC (mean corpuscular Hb concentration)
= kandungan Hb rata2 dalam volum eritrosit tertentu. MCHC digunakan untuk
monitoring terapi anemia coz 2 determinan hematologik yg paling akurat (yaitu
Hb dan Ht) digunakan dalam perhitungan MCHC
Normal=
32-36 g/dl
Pembagian
anemia (berdasar morfologi eritrosit)
Normositik
normokromik (MCV normal, MCH normal)
1.
anemia aplastik
2.
anemia hemolitik
3.
anemia kehilangan darah
4.
anemia mieloplastik
mikrositik
hipokromik (MCV menurun, MCH menurun)
1.
defisiensi besi
2.
thalasemia
3.
keracunan timbal
4.
anemia sideroblas
5.
peny kronis
makrositik
normokromik (MCV meningkat, MCH normal)
1.
anemia megaloblas
2.
peny hepar
3.
pre leukemia
Anemia aplastik adalah suatu gangguan pada sel-sel induk
disumsum tulang yang dapat menimbulkan kematian, pada keadaan ini jumlah
sel-sel darah yang dihasilkan tidak memadai
Anemia defisiensi besi secara morfologis diklasifikasikan sebagai
anemia mikrositik hipokrom disertai penurunan kuantitatif pada sintetis
hemoglobin
Anemia
megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi vitamin B12
dan asam folat yang mengakibatkan sintesis DNA terganggu
Anemia
pernisiosa (nama lain Biermer's anemia ,Addison's anemia ,
or Addison–Biermer anemia ) salah satu bagian dari anemia megaloblas
. anemia ini disebabkan oleh hilangnya sel parietal lambung yang
lebih lanjut mengakibatkan ketidakmampuan mengabsorbsi vit. B12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar