1.
INKUBATOR
inkubator adalah alat yang digunakan untuk
tumbuh dan memelihara budaya mikrobiologi atau kultur sel. Inkubator
mempertahankan suhu optimal, kelembaban dan kondisi lain seperti karbon
dioksida (CO2) dan kandungan oksigen dari atmosfer di dalam.
Inkubator sangat penting untuk banyak pekerjaan eksperimental dalam biologi
sel, mikrobiologi dan biologi molekuler dan digunakan untuk kultur bakteri baik
serta sel eukariotik.
Inkubator juga digunakan dalam industri perunggasan untuk bertindak sebagai
pengganti ayam. Ini sering mengakibatkan tingkat menetas lebih tinggi karena
kemampuan untuk mengendalikan suhu dan kelembaban. Berbagai merek inkubator
yang tersedia secara komersial untuk peternak. Inkubator sederhana berbentuk kotak dengan
pemanas disesuaikan, biasanya naik ke 60 sampai 65 ° C (140-150 ° F), meskipun
beberapa incubator bisa memiliki suhu yang sedikit lebih tinggi (umumnya
tidak lebih dari 100 ° C). Yang paling umum digunakan adalah incubator untuk
bakteri seperti E. coli sering digunakan serta untuk sel mamalia adalah sekitar
37 ° C, sebagai organisme ini tumbuh baik di bawah kondisi seperti itu. Untuk
organisme lain yang digunakan dalam eksperimen biologi, seperti Saccharomyces cerevisiae ragi pemula,
suhu pertumbuhan 30 ° C adalah optimal.
Inkubator yang lebih rumit juga dapat mencakup kemampuan untuk menurunkan suhu
(melalui pendinginan), atau kemampuan untuk mengendalikan kelembaban atau
tingkat CO2. Hal ini penting dalam budidaya sel mamalia, dimana
kelembaban relatif biasanya> 95% dan pH yang agak asam dicapai dengan
mempertahankan tingkat CO2 dari 5%.
Kebanyakan inkubator menggunakan
timer, beberapa juga dapat diprogram untuk siklus melalui temperatur yang
berbeda, tingkat kelembaban, dll Inkubator dapat bervariasi dalam ukuran dari
meja ke unit-unit ukuran kamar kecil.
Prinsip kerjanya
yaitu mengubah energi listrik menjadi energi panas. Kawat nikelin akan
menghambat aliran elektron yang mengalir sehingga mengakibatkan peningkatan
suhu kawat (Taiyeb, 2001).
FUNGSI: Inkubator merupakan sebuah perangkat yang
memungkinkan mengontrol kondisi lingkungan, seperti suhu dan klembapan. Sering
digunakan unuk pertumbuhan bakteri, atau memberikan lingkungan yang cocok untuk
kondisi biologis atau reaksi kimia. Suhu di dalam inkubator konstan dan dapat diatur sesuai
dengan tujuan inkubasi.
Dalam penggunaanya pada proses
percobaan di laboratorium, funsi incubator dikategorikan kedalam dua macam
yakni:
• Dalam mikrobiologi, inkubator
adalah sebuah perangkat untuk mengontrol suhu, kelembapan, dan kondisi yang
mikrobiologikal.
• Dalam bioteknologi, inkubator
digunakan untuk mengatur suhu lingkungan suatu objek pengamatan.
Cara
kerja :
1.
Hubungkan kabel power ke stop kontak.
2.
Putar tombol power ke arah kiri (lampu
power hijau menyala).
3.
Atur suhu dalam incubator dengan menekan
tombol set.
4.
Sambil menekan tombol set, putarlah
tombol di sebeklah kanan atas tombol set hingga mnencapai suhu yang
di inginkan.
5.
Setelah suhu yang diinginkan selesai
diatur, lepaskan tombol set.
6.
Inkubator akan menyesuaikan setingan
suhu secara otomatis setelah beberapa menit.
Bagian-bagian
Inkubator :
1. Pintu incubator
2. Tombol panel
berfungsi untuk mengatur suhu yang
diperlukan
3. Rak incubator
berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan diinkubator
Cara
merawat inkubator adalah setelah alat digunakan harus
segera dibersihkan dengan lap dan yang perlu diperhatikan apabila tidak
digunakan segera mematikan power. Rak dapat dilepas untuk memudahkan
membersihkan dengan cara ditarik
Kalibrasi
Inkubator:
·
Catat suhu inkubator pada kartu setiap
hari sebelum memulai bekerja
·
Bila penyimpangan suhu melebihi 20 ,
maka pengaturan suhu perlu di setel kembali
·
Bagian dalam inkubator dan rak harus
dibersihkan secara teratur dengan disinfektan
2.
WATERBATH
Water
Bath merupakan peralatan yang berisi air
yang bisa mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu
yang ditentukan.
FUNGSI : Water Bath merupakan peralatan yang berisi
air/cairan khusus yang bisa mempertahankan suhu pada kondisi tertentu selama
selang waktu yang ditentukan. Fungsi utama dari water bath adalah untuk
menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisis
mikrobiologi. Serta, digunakan untuk melebur basis, menguapkan ekstrak.
Pemanasan untuk mempercepat kelarutan. Water bath juga termasuk ke dalam
kategori alat laboratorium. Fungsi lainnya dari water bath adalah untuk
mereaksikan zat diatas suhu ruangan dan aktifitas enzim. Pemanasan pada suhu
rendah 30°-100°c.
Prinsip kerja: Pada
saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang
diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuia
dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem
pengawasan suhu.
Cara kerja
: Pada saat saklar diposisi “on” maka arus listrik dari sumber akan member ikan
suplay listrik ke heater. Heater yang diberi arus listrik memberikan panas pada
alat, suhu semain tinggi , dan berhenti naik sampai suhu yang diinginkan.
Bagian-bagian water bath :
·
Pengatur suhu
·
pengaman kedudukan tinggi air
·
penangas air bisa dilengkapi motor
penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai alat pengocok
·
elemen pemanas dengan listrik
·
tangas uap mempunyai satu hingga enam
buah lubang untuk menaruh/meletakkan benda yang akan diuapkan
Cara
penyimpanan water bath :
1. Sebagai media pemanas digunakan air suling
( jangan menggunakan air sumur, karena menyebabkan korosi )
2. Selesai digunakan ( jika menggunakan
listrik ) matikan arus listrik dan dicabut dari arus listrik
3. Jika hendak disimpan air ( media pemanas )
dikosongkan.
Cara
perawatan water bath :
1. Untuk perawatan, bersihkan alat hanya
dengan lap bersih yang dibasahi air kemudian lap dengan kain kering setiap
selesai menggunakan alat
2. Box kontrol jangan sampai tersiram atau
kemasukkan air karena dapat berakibat tersengat tegangan listrik ( berbahaya )
atau alat akan menjadi rusak
3. cara rutin air dapat diganti atau ditambahi
+/-2 bulan sekali
Kalibrasi
:
Paling
tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus dicek
oleh petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau seseorang yang diberi
tugas oleh Kepala laboratorium, dengan menggunakan termometer terkalibrasi.
Interval uji penyimpanan (deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat pada buku
peralatan. Bila alat teroperasi tanpa mengindahkan suhu yang diinginkan, prosedur ini tidak perlu
dilakukan, alat harus diberi label yang sesuai untuk ini.
Dalam
kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah +/- 50C, yang
ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu
yang diinginkan/ suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus
lainnya dari deviasi suhu yang diijinkan, harus didokumentasikan pada buku
alat.
3.
OVEN
Fungsi :
berguna untuk memanaskan atau mengeringkan peralatan laboratorium, selain
fungsi- fungsi diatas oven biasanya
digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium,zat-zat kimia maupun
pelarut organik, dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air.
Cara kerja:
1. Hubungkan drying oven dengan sumber listrik
2. Masukkan peralatan laboratorium yang ingin
disterilisasi kemudian atur dengan rapi dan tutup pintu oven dengan rapat.
3. Hidupkan Drying Oven dengan menekan tombol
ON, kemudian lampu di drying oven akan berkedip.
4. Atur suhu dan waktu yang diinginkan pada
drying oven. Jika peralatan terbuat dari plastic, dan bahan yang mudah berubah
volume seperti pipet ukur dan labu ukur sebaiknya suhu tidak melebihi 100°C
• Bila suhu 1700C, atur
waktu 1 jam
• Bila suhu 1600C, atur
waktu 2 jam
• Bila suhu 1500C, atur
waktu 2,5 jam
• Bila suhu 1400C, atur
waktu 3 jam
5. Bila waktu yang diatur telah selesai,
pengatur waktu secara otomatis kemali ke
nol .
6. Setelah selesai biarkan terlebih dahulu
peralatan laboratorium mendingin didalam oven, setelah mendingin keluarkan
peralatan laboratorium dan tata kembali peralatan laboratorium dengan rapi.
7. Jangan lupa mencabut kabel oven dari sumber
listrik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bagian :
·
Tombol POWER adalah tombol yang
digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol
untuk menyalakan atau mematiakn kipas.
·
Knop berwarna biru berfungsi untuk
menaik turunkan kecepatan putaran kipas.
·
Pada bagian depan oven terdapat 2 layar
yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV
menunjukkan suhu yang diinginkan.
·
Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN
(panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula
untuk mensetting waktu.
Pemeliharaan dan
hal-hal yang perlu di perhatikan
1. Alat-alat gelas
disusun rapi dan teratur
2. Apabila pemanasan
diatas suhu 1000C, tidak boleh memasukkan alat/bahan yang
terbuat dari karet,
plastic atau bahan yang mudah rusak
3. Jangan mengeringkan
pipet ukur dan labu ukur karena volume akan berubah
4. Catat waktu dan
suhu/temperature setiap kali alat dijalankan
5. Alat harus bersih
dan bebas debu
6. Alat-alat yang akan
disterilkan di bungkus dengan kertas sampul atau Aluminium voil,
bertujuan untuk menjaga
dan melindungi bahan yang ada didalam gelas reaksi agar
tidak
terkontaminasi. Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven
digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven
sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan
bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat
abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen
pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.
Untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat
gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1”
antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan
oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat
sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu
gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian
oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari
stopkontak.
CARA KALIBRASI ALAT :
1.
Secara berkala lakukan pemeriksaan suhu dengan menggunakan thermometer
2.
Cocokkan hasil yang di dapat antara suhu yang tercantum dalam oven dengan suhu
yang ditunjukkan oleh thermometer standar .
Prinsip kerja
oven yaitu sterilisasi melalui mekanisme konduksi panas. Panas akan diabsorbsi
pleh permukaan luar obat yang disterilkan selanjutnya merambat kebagian dalam
dari permukaan hingga pada akhirnya suhu sterilisasi tercapai sehingga
mikroorganime mati melalui mekanisme oksidasi sampai terjadinya koagulasi
protein sel mikroorganisme. Bekerja pada suhu 170-180oC selama 2-3
jam. Untuk alat-alat dari logam dan gelas. Dan 150oC elama ± 1 jam
untuk bahan-bahan berupa minyak, parafin atau salep.